April 24, 2024

Sepak bola, seperti olahraga lainnya, penuh dengan kejutan. Dari tim underdog yang meraih kemenangan melawan segala rintangan, hingga raksasa mapan yang menderita kekalahan mengejutkan, ada banyak contoh hasil mengejutkan dalam sejarah sepakbola. Berikut adalah beberapa kekecewaan terbesar dalam sejarah sepak bola yang akan selalu diingat oleh para penggemar di seluruh dunia.

Ingin judi bola yang aman dan terpercaya, Yuk kunjungi aladdin slot tempat judi bola yang aman dan terpercaya serta terdapat juga judi online dan slot-slot online lainnya dengan tingkat kemenangan yang sangat tinggi. Tunggu apalagi ayo daftarkan sekarang juga dan nikmati keuntungannya serta promo-promonya segera.

Kemenangan Gelar Liga Premier Leicester City (2015-16)

Tim Leicester City musim 2015-16 bisa dibilang merupakan kisah underdog terbesar dalam sejarah sepakbola. Tim tersebut dianggap sebagai kandidat degradasi di awal musim, namun di bawah manajemen Claudio Ranieri, mereka memenangkan gelar Premier League, salah satu liga domestik paling bergengsi di dunia.

Skuad Leicester City terdiri dari pemain yang relatif tidak dikenal seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N’Golo Kante. Namun, semangat kolektif dan etos kerja tim bersinar saat mereka mengalahkan kekuatan sepak bola tradisional seperti Manchester City, Chelsea, dan Manchester United untuk merebut gelar.

Run Euro 2016 Islandia

Islandia, sebuah negara pulau kecil dengan populasi lebih dari 330.000, membuat sejarah di Kejuaraan Eropa UEFA 2016. Meskipun peringkat 34 di Eropa dan tidak pernah lolos ke turnamen internasional besar sebelumnya, Islandia menantang segala rintangan untuk mencapai perempat final kompetisi.

Perjalanan Islandia ke perempat final termasuk kemenangan 2-1 atas Austria dan kemenangan menakjubkan 2-1 atas Inggris di babak 16 besar. Keberhasilan tim sebagian besar disebabkan oleh permainan bertahan yang terorganisir dan sikap pantang menyerah.

Kekacauan Piala Dunia 1966 Korea Utara

Di Piala Dunia FIFA 1966, Korea Utara, negara yang lebih dikenal dengan politiknya daripada sepak bolanya, mengejutkan Italia dengan kemenangan 1-0 di babak penyisihan grup. Korea Utara dianggap sebagai salah satu tim terlemah di turnamen tersebut, sementara Italia adalah pemenang Piala Dunia dua kali dan salah satu favorit untuk mengangkat trofi.

Kemenangan Korea Utara atas Italia dianggap sebagai salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Meski akhirnya tidak melaju melewati perempat final, performa tim di turnamen tersebut telah menjadi sumber kebanggaan nasional bagi warga Korea Utara.

Kemenangan Yunani di Euro 2004

Dalam Kejuaraan Eropa UEFA 2004, Yunani menghasilkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola dengan memenangkan turnamen tersebut. Yunani dianggap kecil dan belum pernah memenangkan turnamen internasional besar sebelumnya.

Di bawah manajemen Otto Rehhagel, Yunani mengalahkan pembangkit tenaga sepak bola seperti Prancis dan Portugal dalam perjalanan ke final, di mana mereka menghadapi tuan rumah Portugal sekali lagi. Pertahanan Yunani terbukti terlalu kuat untuk Portugal, karena mereka memenangkan final 1-0 untuk merebut trofi internasional besar pertama mereka.

Comeback Final Liga Champions Liverpool (2005)

Final Liga Champions UEFA 2005 antara Liverpool dan AC Milan secara luas dianggap sebagai salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah sepakbola. AC Milan dianggap sebagai favorit berat memasuki pertandingan, setelah memenangkan turnamen hanya dua tahun sebelumnya.

Namun, Liverpool menghasilkan kebangkitan yang luar biasa dari ketertinggalan 3-0 untuk bermain imbang 3-3 dan memaksa perpanjangan waktu. Liverpool kemudian memenangkan pertandingan melalui adu penalti, dengan kiper Jerzy Dudek melakukan dua penyelamatan penting untuk mengamankan kemenangan.

Kemenangan Senegal di Piala Dunia 2002 atas Prancis

Di Piala Dunia FIFA 2002, Senegal melakukan debutnya di turnamen tersebut dan menghasilkan kejutan yang menakjubkan dengan mengalahkan juara bertahan Prancis 1-0 di laga pembuka. Kemenangan Senegal atas Prancis dianggap sebagai salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah Piala Dunia, karena Prancis adalah salah satu favorit untuk memenangkan turnamen tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *